Inilah Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi

0
1478
Inilah Perbedaan ROM RESMI dan ROM Distributor Xiaomi

Xiaomi adalah salah satu vendor smartphone yang sangat populer di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau namun tetap didukung dengan spesifikasi yang tinggi. Seperti yang diketahui, ponsel Xiaomi ada yang menggunakan ROM Resmi dan adapula yang memakai ROM Distributor. Lantas, apa saja Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi? Sekedar informasi, ROM Xiaomi disebut dengan nama MIUI. Banyak yang belum tahu bahwa MIUI merupakan custom ROM dari pihak ketiga yang memang sengaja dikembangkan oleh pihak Xiaomi Tech. Jika Samsung memiliki TouchWiz, maka Xiaomi memiliki MIUI.

Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi yang perlu Anda Ketahui

Sebelum membahas tentang Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi ada baiknya jika Anda mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. ROM Resmi merupakan custom ROM yang masuk dalam kategori resmi. ROM jenis ini banyak digunakan pada ponsel Xiaomi yang diperoleh secara resmi. Sehingga tak heran jika ROM ini sudah didukung dengan kriteria standar yang wajib dimiliki sebuah smartphone dinegara dimana ponsel Xiaomi tersebut dipasarkan. ROM ini sudah didukung dengan bahasa dari berbagai mancanegara termasuk Indonesia dan secara rutin mendapatkan Update ROM. Sementara ROM distributor merupakan ROM yang dimodifikasi oleh para suplier dari masing-masing negara. ROM ini bukanlah ROM buatan Official resmi Xiaomi sehingga banyak pengguna yang tidak begitu menyukainya. ROM Resmi biasanya belum mengalami proses rooting. Jadi, jika Anda ingin mengakses sistem pada ponsel maka harus melakukan rooting manual sendiri.

ROM distributor banyak tidak disukai karena memiliki banyak iklan. ROM ini juga membuat banyak aplikasi bawaan ponsel tidak bisa diinstal. Bahkan, Custom ROM ini juga tidak akan bisa mendapatkan Update ROM resmi dari Xiaomi. Adanya ROM distributor ini dikarenakan banyaknya ponsel Xiaomi yang hadir di Indonesia tidak menggunakan jalur resmi. Pasalnya, jika ingin masuk menggunakan jalur resmi maka pihak Xiaomi harus senantiasa mematuhi peraturan Indonesia terkait dengan jaringan 4G. Dimana produsen yang menjual smartphone berteknologi 4G harus bisa memenuhi kandungan lokal untuk Indonesia sebesar 30 %. Hal inilah yang membuat banyak barang Xiaomi yang dijual ke Indonesia tidak menggunakan jalur resmi agar konsumen bisa memperoleh ponsel Xiaomi dengan spesifikasi resmi 100%. Setelah memahami pengertian antara kedua ROM tersebut, barulah Anda akan bisa mengetahui Perbedaan ROM RESMI dan ROM Distributor Xiaomi.

Ciri-ciri dan Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi

Ponsel Xiaomi dengan ROM Distributor sebenarnya adalah asli dari Xiaomi. Hanya saja ROM ini sudah dimodifikasi oleh para distributor blackmarket atau distributor tidak resmi. Lalu, bagaimana ciri-ciri dan Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi? Berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

Ciri-ciri ROM Distributor

  1. Banyak aplikasi baru tapi aneh yang sudah terinstall
  2. Banyak iklan yang mengganggu dan menyedot banyak kuota.
  3. Membuat baterai cepat habis (boros)
  4. Tidak dibuat oleh pengembang resmi Xiaomi
  5. Membuat ponsel menjadi panas dan lag
  6. Memiliki angka versi MIUI lebih dari 5, misalnya v8.1.3.0.0.0
  7. Tidak bisa melakukan update ROM

Ciri Ciri ROM Resmi

  1. Bisa melakukan update ROM
  2. Tersedianya aplikasi Google
  3. Memiliki angka versi MIUI 4 digit, misalnya 8.1.3.0
  4. Dibuat oleh pengembang resmi Xiaomi
  5. Belum Rooting
  6. Tidak Ada ‘Bloatware’ atau iklan yang mengganggu

Cara Mengetahui Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor

Cara mengetahui Perbedaan ROM Resmi dan ROM Distributor Xiaomi pada dasarnya sangat mudah. Cara yang paling efektif adalah dengan melihat Verisi MIUI yang ada pada ponsel. Untuk bisa mengetahuinya, hal yang perlu Anda lakukan adalah masuk ke menu setting lalu pilih About Phone. Pada menu tersebut, Anda bisa melihat Miui Versionnya.

Jika ponsel Xiaomi Anda memiliki versi MIUI dengan angka 5 digit atau bisa saja lebih, maka sudah dipastikan bahwa ROM yang dipakai adalah ROM Distributor. Contoh versi MIUI ROM Distributor adalah V.7.2.1.0.0, V.7.9.9.9.99 atau V.7.5.2.0.0. Berbeda dengan ROM Resmi yang biasanya hanya memiliki 4 digit angka. Misalnya adalah V.7.2.3.0, V.8.0.1.0, V.7.2.5.0.

Selain melihat versi MIUI Anda juga bisa mengetahui kondisi ROM dari ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas. Untuk rekomendasi, ada baiknya jika Anda menggunakan ROM Resmi yang benar-benar resmi dari Xiaomi. Hal ini dikarenakan kondisi ROM Resmi yang memang sudah sesuai dengan standar setiap negara. Lain halnya dengan ROM Distributor yang sudah mengalami proses modifikasi untuk menghindari ketentuan yang ditetapkan suatu negara. Meskipun demikian, bukan berarti ROM distributor tidak bagus. Karena semua tergantung dari kebutuhan dan kenyamanan Anda dalam menggunakan ponsel Xiaomi. Dari ulasan di atas, tentunya Anda sudah mengerti cara membedakan antara ROM distributor dengan Rom Resmi bukan? Sekian ulasan terkait Perbedaan ROM RESMI dan ROM Distributor Xiaomi. Semoga bermanfaat untuk Anda.