Coolpad Gugat Xiaomi
Coolpad Gugat Xiaomi

Beberapa waktu lalu, Coolpad Gugat Xiaomi ke meja hijau gara-gara pelanggaran paten. Kabar tersebut menyebar setelah Yulong Computer Communications Technology, anak perusahaan Coolpad Group, menduga bahwa ada beberapa hak paten yang telah dilanggar oleh Xiaomi.

Dilansir dari laman Gizmochina, pada hari Minggu (11/2/2018) kemarin, setidaknya terdapat 4 perusahaan miliki Xiaomi yang melakukan pelanggaran hak paten terhadap produk dari Coolpad. Adapun 4 perusahaan tersebut adalah Xiaomi Technology Co Ltd, Xiaomi Communications Technology Co Ltd, Xiaomi Co Ltd Shenzhen, dan Shenzen Tongtianda Electronics Co Ltd.

Coolpad Gugat Xiaomi
Coolpad Gugat Xiaomi

Berdasarkan informasi yang didapat mengenai gugatan yang dilayangkan oleh Yulong, pihak Xiaomi beserta seluruh grupnya telah memproduksi, menjual, dan berjanji untuk menjual produk-produk yang jika ditelusuri pada paten, produk tersebut menjadi milik Yulong. Adapun produk dalam hak paten yang dimaksud adalah Patent No. ZL201210064396.7, Patent No. ZL201210250264.3, dan Patent No. ZL200610034034.8.

Intinya,  produk dengan hak paten tersebut terkait dengan sistem UI (User Interface) / sistem antar muka pengguna, notifikasi, serta icon aplikasi.

Mengenai dugaan pelanggaran hak paten yang dilakukan oleh perusahaan Xiaomi beserta grupnya, Yulong Computer Communications Technology selaku anak perusahaan Coolpad mengungkapkan bahwa hal itu menyebabkan kerugian besar pada perusahaan mereka. Oleh karena itu, Yulong meminta pada pengadilan agar segera menghentikan perusahaan Xiaomi beserta grupnya dalam upaya menjual dan memproduksi semua produk yang sudah masuk dalam hak paten Coolpad.

Tak berhenti sampai di situ saja, Yulong juga meminta agar pihak tergugat, Xiaomi dan Group, membayar kompensasi terhadap kerugian yang dialami oleh perusahaan. Selain itu, 4 group Xiaomi juga harus menanggung biaya notaris, biaya gugatan, serta semua biaya lain yang berhubungan dengan proses pelanggaran hak paten yang telah dilakukan.

Adapun kini gugatan yang dilayangkan oleh Yulong terhadap Xiaomi sudah diterima dan masuk dalam Pengadilan Provinsi Guandong di Tiongkok. Meski demikian, proses hearing terhadap kasus dugaan pelanggaran hak cipta ini belum dimulai.

CEO Coolpad: Banyak Perusahaan yang Melakukan Pelanggaran Paten

Sebagai informasi, baru-baru ini Jiang Chao selaku CEO Coolpad mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah memiliki 10.000 lebih hak paten. Ia juga mengungkapkan tak sedikit terdapat kasus pencurian yang dialami oleh produk-produk dengan hak paten Coolpad dan Groups oleh perusahaan lain.

Jiang Chao mengungkapkan ia dan pihaknya akan mengambil langkah tegas dalam mengurangi kecurangan berupa pencurian hak paten terhadap produknya tersebut. Salah satunya adalah membawa semua perusahaan yang diduga telah melakukan pelanggaran hak paten pada pengadilan.

Saat ini, Xiaomi menjadi perusahaan pertama yang akan berususan dengan Coolpad terkait hak paten di pengadilan. Tak menutup kemungkinan bahwa Coolpad juga akan membawa perusahaan lain yang melanggar hak paten ke pengadilan juga.

Penawaran Saham IPO Xiaomi

Seolah tak begitu fokus pada masalah Coolpad gugat Xiaomi ke meja hijau gara-gara pelanggaran paten, pihak Xiaomi dalam waktu dekat dikabarkan akan melakukan penawaran saham perdana pertama mereka atau yang disebut IPO (Initial Public Offering).

Mengutip dari laman Bussines Insider pada Selasa (6/2/2018) lalu, apabila proses IPO yang dilakukan oleh Xiaomi berjalan lancar, maka kemungkinan IPO dapat berlangsung pada pertengahan tahun 2018. Mengambil langkah untuk IPO, perusahaan smartphone asal Tiongkok ini juga telah menunjuk beberapa perusahaan internasional sebagai broker. Di antaranya adalah Goldman Sachs, Morgan Standley, dan Credit Suisse. Ini menunjukkan kematangan persiapan IPO yang akan digelar oleh Xiaomi.

Apabila semua rencana dalam IPO Xiaomi berhasil, maka dapat dipastikan bahwa valuasi perusahaan dapat menanjak drastis hingga mencapai USD 100 Miliar atau lebih dari Rp 1000 Triliun. Sebagai informasi, tercatat hingga pada tahun 2014, valuasi perusahaan Xiaomi sendiri telah menyentuh angka USD 45 Miliar atau setara dengan Rp 599 Triliun. Ini merupakan nilai yang fantastis bagi sebuah perusahaan smartphone pendatang baru.

Meski demikian, perusahaan yang sering disebut sebagai ‘Apple-nya China’ ini belum menentukan perusahaan yang nantinya menjadi penjamin emisi. Selain itu, belum ditentukan lokasi agar dapat melantai di bursa. Jika IPO sukses, maka kemungkinan besar Xiaomi dapat menyaingi IPO tertinggi Alibaba. Demikian informasi terkait gugatan Coolpad terhadap Xiaomi