gerai Xiaomi
gerai Xiaomi

Xiaomi merupakan salah satu produsen gadget yang sedang ‘booming’ tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh kawasan Asia Tenggara. Gerainya pun sudah bertambah luas, tak hanya di Asia Tenggara, Xiaomi pun kini telah merambah ke negara-negara Eropa seperti Prancis, Spanyol dan Rusia bahkan hingga ke Italia.  Bahkan kabarnya, produsen asal Tiongkok ini disebut-sebut juga akan memasuki mangsa pasar Amerika Serikat. Benarkah demikian?.

gerai Xiaomi
gerai Xiaomi

Wang Xiang selaku Senior Vice President of Strategic Corporation Xiaomi menyebutkan jika perusahaan Xiaomi menggunakan stretegi berbeda untuk memasarkan produknya di berbagai penjuru dunia. Sebagai contohnya di India dan di Indonesia, pihak Xiaomi sejatinya lebih dahulu menerapkan penjualan berbasis offline terlebih dahulu, kemudian baru memasarkannya secara online. Namun berbeda halnya dengan strategi penjualan yang dilakukan di mangsa pasar Eropa, pihak Xiaomi justru mengkombinasikan kedua metode yakni offline maupun online secara bersamaan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gerai Mi Store begitu Xiaomi masuk ke mangsa pasar Rusia beberapa waktu lalu.

Xiang mengatakan bahwa mereka telah sukses masuk ke mangsa pasar di negara-negara maju dengan sangat baik, bahkan antusiasme masyarakat terhadap produk Xiaomi disana juga cukup memuaskan. Sebagai contohnya, di Negara Spanyol, Xiaomi telah menggunakan berbagai cara untuk mempromosikan produknya di Negara tersebut, terhitung sejak pertama hadir. Tak hanya melaui media promosi online, promosi offline pun juga tak kalah ikut digencarkan. Selain itu, pihak Xiaomi juga berupaya untuk menghadirkan toko terautorisasi atau yang biasa disebut sebagai Authorized Shop, yang memiliki hubungan kemitraan dengan toko retail terkemuka sepertihalnya Amazon, Lazada dan lain sebagainya. Tak heran jika flash sale di toko retail online di Indonesia dan di negara- negara maju didominasi oleh produk Xiaomi.

Di sisi lain, pihak Xiaomi juga membuka toko online Mi.com di Eropa Barat, Spanyol dan di berbagai negara Eropa lainnya. Di Italia dan di Perancis juga demikian, mereka mengclaim telah meng-cover semua saluran penjualan.  Hal ini kontras sangat berbeda dengan metode penjualan yang dilakukan di India dan Indonesia. Di Indonesia mereka memasarkannya di gerai-gerai dan beberapa baliho secara offline kemudian diperkuat dengan pemasaran via online,” kata Xiang. Di Indonesia sendiri, Xiaomi memang lebih dahulu menghadirkan toko-toko Mi Store terotorisasi dan menjual produk-produk mereka di Erafone dan jaringannya. Baru kemudian mereka berupaya menjual produk mereka secara online melalui Shopee, Lazada, Bukalapak hingga JD.id. Terbukti cara ini merupakan strategi pemasaran terbaik yang pernah mereka lakukan.

Tak heran jika di Indonesia sendiri, Xiaomi menduduki peringjat teratas sebagai salah satu produsen gadget terkemuka. Sebelumnya, Xiaomi juga telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menawarkan saham perdana kepada publik (IPO) di Bursa Saham Hong Kong dengan begitu nilai valuasi Xiaomi saat ini mampu mencapai USD 54,3 miliar atau setara Rp 778 miliar dengan harga saham HKD 17 (Rp 30 ribu) per lembarnya. Fantastis bukan?.