Xiaomi VS Asus
Xiaomi VS Asus

Xiaomi vs Asus adu banting harga – Seperti yang kita tahu, persaingan antar kompetitor yang bergerak di bidang teknologi saat ini seolah semakin memanas. Bagaimana tidak? Pengguna smartphone mulai didominasi oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang mencari sebuah produk smartphone berkualitas namun dibandrol dengan harga rendah.

Salah satu vendor smartphone yang seringkali meluncurkan produk smartphone harga terjangkau adalah Xiaomi. Selain itu, belakangan ini vendor Asus juga mulai mengincar pasar smartphone Indonesia dengan membanting harga produk-produk mereka demi mendapatkan angka penjualan yang tinggi. Ini adalah persaingan yang wajar mengingat kompetitor smartphone di Indonesia tak terhitung jumlahnya.

Xiaomi VS Asus
Xiaomi VS Asus

Meskipun strategi penjualan dengan cara banting harga sudah dilakukan oleh banyak vendor smartphone, namun sepertinya Samsung tak mau ambil pusing dan mengikuti trend tersebut. Pasalnya kepala bidang penjualan Samsung Indonesia, Denny Galant, mengungkapkan bahwa daya tarik smartphone bukan hanya sekedar harga rendah yang diterapkannya, namun masih ada hal lain yang dapat memberikan nilai pada produk smartphone tertentu.

“Kami yakni seluruh konsumen pasar smartphone Indonesia dapat membedakan. Bukan masalah harga ataupun perbandingan antar komponen smartphone. Namun ada banyak faktor lain yang dapat memberikan kenyamanan dan daya tarik di luar hal tersebut,” Ungkap Denny Galant saat peluncuran smartphone terbaru Samsung, Galaxy J7 Duo, kemarin.

Di samping itu, Denny Galant dan jajaran petinggi Samsung Indonesia tak begitu memikirkan apakah fenomena Xiaomi vs Asus adu banting harga akan mempengaruhi tingkat penjualan produk mereka.

“Mahal atau tidak harga smartphone itu sangat relatif, tergantung dari segi mana melihatnya. Untuk Samsung, kami punya nilai lebih seperti adanya fitur Signalmax. Jadi kami tidak memikirkan apakah kompetitor memiliki harga yang lebih murah dari produk kami. Satu-satunya yang menjadi fokus kami adalah bagaimana cara memberikan pelayanan yang akan memberikan kenyamanan untuk konsumen,” lanjutnya.

Denny Galant menambahkan bahwa semua produk Samsung juga memberikan pertimbangan terhadap bagaimana pengalaman pengguna dibandingkan dengan rendahnya harga yang dipatok untuk produk tersebut. Di samping itu, perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut juga sesumbar bahwa hingga saat ini, produk-produk Samsung masih menjadi pilihan utama smartphone di Indonesia.

“Sejauh ini produk kami (Samsung) masih memimpin. Tak hanya smartphone saja, bahkan handset juga menjadi produk yang paling laris di Indonesia. Ini karena kami selalu mempertimbangkan apa yang menjadi keinginan konsumen,” tuturnya.

Sekedar informasi, terkait dengan kabar bahwa Xiaomi vs Asus adu banding harga, hingga saat ini memang tak dapat dipungkiri bahwa produk Samsung lah yang masih merajai pasar smartphone Indonesia.

Dilansir dari data yang dikeluarkan oleh Catalys, Samsung menduduki peringkat pertama dengan total penjualan mencapai 2,3 juta unit sepanjang kuartal tahun 2018. Di peringkat kedua, ada vendor Xiaomi yang berhasil menjual 1,7 unit produk di kuartal tahun 2018 ini. Sedangkan Asus hanya berada di 10 besar smartphone paling laris, kalah dari vendor lain seperti Oppo, Vivo, dan Smartfren.

Jadi bukan hal yang aneh apabila Xiaomi vs Asus adu banting harga mengingat itulah salah satu strategi paling tepat untuk menumbuhkan tingkat penjualan smartphone di Indonesia. Meskipun menempati posisi pertama, seharusnya Samsung juga harus waspada karena pertumbuhan Xiaomi hingga kuartal tahun 2018 telah mencapai 1455 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi capaian terbesar dalam persaingan smartphone hingga saat ini.

Peta Persaingan Smartphone di Indonesia

Peta persiangan produk smartphone di Indonesia memang dapat dikatakan sangat ketat. Hadirnya berbagai smartphone dari vendor-vendor raksasa yang menjual produk mereka dengan harga terjangkau memiliki peran tersendiri dalam ketatnya persaingan antar kompetitor tersebut.

Sejumlah vendor yang mampu memberikan harga murah untuk produk smartphone kelas menengah ke bawah tentunya bertujuan untuk mendulang tingkat penjualan. Panasnya persaingan tersebut tentu saja bukan tanpa alasan. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh banyaknya vendor smartphone yang belakangan ini meluncurkan berbagai produk terbarunya.

Dalam hal persaingan adu banting harga, ada produk terbaru dari Xiaomi yakni Redmi Note 5 AI yang dibandrol dengan harga Rp 2 – 3 jutaan saja. Sedangkan untuk Asus, ada produk Zenfone Max Pro M1 dengan harga yang tak jauh berbeda, yakni Rp 2 jutaan. Itulah hal yang menarik dari fenomena Xiaomi vs Asus adu banting harga.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.