Bootloader
Bootloader

Akhir-akhir ini, para Mi fans digegerkan dengan kabar yang beredar bahwa pihak pabrikan Xiaomi akan menutup layanan unlock bootloader. Ini artinya para Mi fans tidak dapat leluasa lagi untuk mengutak-atik atau memodifikasi smartphone Xiaomi secara mandiri. Misalnya: melakukan proses rooting atau pemasangan ROM secara custom. Berita ini jelas membuat seluruh Mi fans menjadi resah.

Berita yang sudah beredar luas jelas membutuhkan sebuah klarifikasi. Pada akhirya, pihak Xiaomi pun memberikan tanggapan resmi terkait berita ini. Pada intinya, Xiaomi tidak membenarkan bahwa layanan unlock bootloader akan ditutup. Namun, sebelum Mi fans mengetahui seperti apa tanggapan dari pihak Xiaomi di bawah ini ada beberapa informasi penting soal unlock bootloader.

Definisi Bootloader

Isu mengenai unlock bootloader yang akan ditutup oleh pihak Xiaomi jelas membuat Mi fans khawatir. Namun, apakah semua Mi fans sudah memahami apa yang dimaksud bootloader itu sendiri? Sederhananya, bootloader merupakan sebuah program ponsel yang berjalan untuk melakukan loading sistem operasi.

 Bootloader
Bootloader

Proses ini biasanya berlangsung saat perangkat dihidupkan. Ada tiga macam jenis bootloader yang terdapat di perangkat smartphone. Ketiga macam bootloader tersebut terdiri dari lock, unlock dan relock. Berdasarkan ketiga nama dari bootloader ini, para Mi fans tentu sudah dapat memperkirakan cara kerjanya masing-masing.

Macam-macam bootloader

  1. Unlock bootloader

Isu mengenai Xiaomi akan menutup layanan unlock bootloader pada akhirnya membuat para Mi fans bertanya-tanya. Pertanyaan yang kebanyakan datang dari mereka adalah apa itu unlock bootloader dan bagaimana sistem ini bekerja? Unlock bootloader dapat diartikan sebagai cara membuka bootloader agar tidak terkunci.

Unlock bootloader Xiaomi
Unlock bootloader Xiaomi

Kondisi seperti ini pada smartphone merk Xiaomi umumnya merupakan bawaan dari pabrik. Ponsel yang sudah diunlock bootloader secara otomatis akan terinstall Mi Recovery 3.0. Biasanya sebuah device yang diinstall aplikasi itu proses recovery-nya akan melibatkan pihak ketiga seperti TWRP dan CWM.

  1. Lock bootloader
Lock bootloader
Lock bootloader

Sesuai namanya, definisi dari lock bootloader adalah posisi device yang terkunci bootloadernya. Dengan demikian, cara kerja dari lock bootloader adalah langsung masuk ke sistem booting. Device Xiaomi keluaran lama menggunakan sistem unlock bootloader. Sementara itu, perangkat Xiaomi yang baru memang diatur lock bootloader secara otomatis.

  1. Relock bootloader

Sebenarnya proses booting dapat dilakukan oleh Mi fans dengan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya program yang bernama relock bootloader. Re-lock bootloader sendiri adalah program yang melengkapi keberadaan unlock dan lock bootloader. Sederhananya, para Mi fans bisa mengunci kembali bootloader yang telah dibuka dengan menggunakan program ini.

Proses pengunciannya sendiri dapat menggunakan dua cara. Cara yang pertama adalah Mi fans bisa menggunakan mode fastboot. Penerapannya dilakukan dengan mengetikan “fastboot oem lock”. Selain itu, Mi fans juga bisa mengaplikasikan cara relock bootloader dengan flash ulang. Program yang dipakai biasanya adalah Mi Flash Orange. Kemudian, pilih opsi clean all dan unlock.

Isu yang berkembang di kalangan Mi fans

Semua Mi fans tentu bertanya-tanya, apakah benar pihak Xiaomi akan menutup layanan unlock bootloader? Apabila kabar ini terbukti benar, maka mereka dipastikan tidak akan leluasa melakukan modifikasi perangkat smartphone Xiaomi. Hal ini dikarenakan hanya melalui program unlock bootloader-lah mereka bisa melakukan tindakan tersebut.

Dengan demikian, Mi fans seolah merasa bahwa akses mereka dibatasi. Kemungkinan ini pun bisa berdampak pada beralihnya mereka ke pabrikan lain. Kondisi ini tentu dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan Xiaomi sebagai sebuah perusahaan yang bonafide. Oleh karena itu, pihak Xiaomi harus bertindak cepat guna mengklarifikasi istu yang beredar di kalangan Mi fans.

Tanggapan resmi pihak Xiaomi

Tidak butuh waktu lama, pihak Xiaomi pun secara resmi memberikan tanggapan soal isu penutupan layanan unlock bootloader. Tanggapan tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan perusahaan yaitu Lei Jun. Melalui kicauan di akun twitter bernama @miuirom, Lei Jun menyatakan “kami menyediakan layanan unlock bootloader dan inilah tutorialnya. Jangan percaya terhadap berita palsu.” Tanggapan ini juga seolah membuktikan komitmen Xiaomi kepada Mi fans.

Tanggapan langsung dari pimpinan perusahaan Xiaomi jelas merupakan kabar bahagia bagi para Mi fans. Kini, mereka tidak perlu khawatir lagi karena proses modifikasi smartphone Xiaomi tetap dapat dilakukan. Selain itu, pihak Xiaomi juga berusaha mempermudah Mi fans yang ingin melakukan unlock bootloader dengan menyertakan link tutorial pada postingan twitternya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses unlock bootloader masih bisa dilakukan oleh Mi fans. Namun, sebelumnya Mi fans tetap harus mengirim pesan dan menunggu konfirmasi 72 jam. Kemudian, mengenai kabar Xiaomi akan menutup layanan unlock bootloader ternyata tidak terbukti kebenarannya alias hoax. Maraknya kabar hoax dewasa ini, tentu harus membuat Mi fans lebih selektif dalam menyaring informasi.