Xiaomi Huami Raih IPO
Xiaomi Huami Raih IPO

Ada sebuah kabar yang cukup mengejutkan beberapa hari kemarin, dimana Xiaomi Huami raih IPO senilai Rp1,6 Triliun. Menurut kabar yang beredar, pada Kamis (8/2/2018) lalu, Huami berhasil memperoleh pendanaan dengan besaran USD 110 juta atau setara dengan Rp1,6 Triliun setelah menjadi salah satu peserta dalam New York Stock Exchange (NYSE).

Huami juga kabarnya juga telah menjual saham sebesar USD 10 juta atau Rp142,8 Miliar. Keuntungan yang diperoleh ini karena vendor Huami yang mengambil langkah tepat pada NYSE tahun 2018 ini. Hal ini karena ketika bergabung dalam NYSE, Huami mengusung simbol HMI, yang tentunya memiliki potensi dalam penghimpunan dana yang lebih besar.

Xiaomi Huami Raih IPO
Xiaomi Huami Raih IPO

Pada hari pertama, HMI menutup saham dengan nilai untuk setiap sahamnya yang mencapai USD 11,25 atau Rp 160.174.

Huami sendiri mungkin belum begitu dikenal oleh sebagian besar masyarakat Amerika Serikat. Namun perusahaan yang satu ini hadir sebagai penjual terbesar pada perangkat wearable di seluruh dunia. Dengan adanya jalinan kerja sama yang dilakukan bersama Xiaomi, maka nama Huami mulai diperhitungkan.

Mengenai jumlah saham, Xiaomi sendiri dilaporkan memiliki hak terhadap 19,3 persen saham perusahaan Huami. Sementara perusahaan lain yang memiliki saham lebih besar dibandingkan Xiaomi di Huami adalah Shunwei Capital. Setidaknya perusahaan milik CEO Xiaomi Lei Jun tersebut memegang sekitar 20,4 persen saham Huami.

Sebagai informasi, Huami merupakan produsen alat pelacak fitness yang belakangan digandeng oleh Xiaomi dalam peluncuran Amazfit BIP, yang menjadi Smart Watch dengan baterai paling awet hingga saat ini. Setidaknya Smart Watch yang dilengkapi dengan berbagai fitur, salah satunya adalah alat pelacak fitness, tersebut memiliki baterai yang mampu bertahan selama 45 hari.

Sementara itu, perusahaan Huami sendiri telah berhasil menjual tak kurang dari 45 juta perangkat semenjak resmi berdiri pada tahun 2013 lalu. Jika melihat dari dokumen pendaftaran IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham milik Huami, setidaknya sudah lebih dari 11,6 juta perangkat yang telah berhasil didistribusikan oleh perusahaan ini pada 9 bulan pertama di tahun 2017.

Pada laporan IDC juga mengungkapkan bahwa produk Huami yang didaftarkan sebagai milik Xiaomi, menjadi salah satu penjualan terbesar pada bidang industri perangkat wearable, yang berdampingan dengan Fitbit. Ini tentu menjadi salah satu capaian terbesar yang dialami oleh dua perusahaan tersebut.

Apabila dilihat dari segi bisnis, Huami telah melaporkan perolehan keuntungan sementara perusahaan yakni sebesar USD 14 juta atau setara dengan Rp 200 Miliar. Keuntungan tersebut diperoleh pada 9 bulan pertama di tahun 2017. Pada periode tersebut, total pendapatan yang diperoleh oleh Huami bahkan mencapai USD 195 juta atau setara dengan Rp 2,8 Triliun.

Sedangkan selama tahun 2016, Huami mendapatkan keuntungan sebanyak USD 3,6 juta atau setara dengan Rp 51,4 Miliar dengan total pendapatan pertahun sebesar USD 234 juta atau setara Rp 3,3 Triliun.

Adapun rencana terdekat yang akan dilakukan oleh Huami adalah menggunakan sebagian besar dana yang berhasil dikumpulkan sebagai bentuk investasi pada pusat riset serta pengembangan produk dan teknologi.

Target Xiaomi di IPO

Berbicara mengenai raihan Huami dalam IPO, tentu dalam ulasan Xiaomi Huami raih IPO senilai Rp1,6 Triliun ini juga harus mengulas tentang target Xiaomi pada IPO.

Menurut kabar yang beredar, vendor smartphone asal negeri Tirai Bambu ini tengah mengincar dana segar senilai USD 100 Miliar atau setara dengan Rp 1.333 Triliun. Target ini akan dicoba dituntaskan dalam gelaran IPO atau pengajuan saham umum perdana perusahaan Xiaomi.

Melihat dari riwayat perusahaan yang menggelar IPO, sebenarnya target yang dimiliki oleh Xiaomi menjadi yang terbesar dalam sejarah IPO di bidang teknologi setelah Alibaba Group. Sebagai informasi, dalam gelaran IPO, Alibaba Group berhasil meraup keuntungan sebesar USD 25 Miliar di tahun 2014 silam. Dan apabila langkah Xiaomi ini berjalan dengan mulus, maka dapat dipastikan bahwa Xiaomi akan menjadi perusahaan terbesar nomor 6 di bursa efek Hongkong.

Dilansir dari laman Bloomberg, pada Selasa (16/1/2018) lalu, pihak Xiaomi telah mengklaim bahwa selama tahun 2017, mereka mendapatkan 2 kali lipat total penjualan hingga mencapai 20 Miliar Yuan atau setara dengan Rp 41,4 Triliun. Demikian sedikit ulasan tentang informasi terkait Xiaomi Huami raih IPO senilai Rp1,6 Triliun.